Wednesday, November 14, 2012

Ketika Kehilangan Menjadi Kekuatan

14 November 2012

Dalam hidup ini pasti ada yang datang dan ada yang pgi. Kita bisa mendapatkan sesuatu dan tentu bisa kehilangan sesuatu. Ketika kehilangan sesuatu yg berharga terjadi itu rasanya......ehmmm banget.... speechless dan ga tau deh musti gimana. Nah terus kalo kehilangannya 2 kali dalam waktu berdekatan. Kalo ada peribahasa udah jatuh tertimpa tangga kalo saya mungkin tertimpa eskalator kali ya. Tapi ya namanya juga hidup saya percaya ada pelajaran yang bisa diambil yang akan menjadikan saya manusia yang lebih baik lagi.

Kemarin tanggal 13 November 2012 adalah hari bersejarah dalam hidup saya. Tidak akan saya lupakan sampai kapanpun tiap detik kejadiannya.

Kemarin saya melaksanakan curatage pertama saya pada kehamilan ketiga. Ya, kehamilan ketiga. Pada bulan  Agustus saya mendapat anugrah diperbolehkan merasakan kehamilan kedua yg berlangsung selama 5 minggu dan berujung pada spontan abortus completus, yang artinya saya mengalami keguguran alami tanpa proses kuret semua jaringan di dalam rahim yg terbentuk berhasil keluar dengan sendirinya. Banyaknya darah yang keluar cukup membuat saya lemas dan cukup membuat dsog saya ikutan senewen takut saya kekurangan darah. Kami kira itu sudah berakhir, tidak akan ada lagi bleeding bleeding selanjutnya. Ternyata saya salah.. Tuhan berkehendak lain. 1 bulan setelah keguguran itu saya tes pack lagi dan ternyata oh ternyata...... Saya hamil lagi....

Ketika saya tahu saya hamil lagi bukan rasa senang yang menyelimuti saya, lebih besar rasa takutnya daripada rasa senangnya. Ketakutan itu saya rasakan ketika didalam hati saya bertanya, "akankah kehamilan ini lancar?" "akankah saya bleeding out lagi?" "siapa yg menjaga biebie kalau saya harus bedrest?"

Semua pikiran itu berkecamuk tapi saya tidak bercerita pada siapapun bahkan pada suami saya. Saya terus berujar bahwa semua akan baik-baik saja, saya bahagia, saya senang. Tapi ketakutan itu terus menghampiri saya sampai pada puncaknya.

Puncaknya adalah ketika kunjungan ke dsog kedua kalinya. Saat itu kehamilan saya sudah menginjak 8 minggu tetapi hasil usg menunjukan fetus dan kantung yang lebih kecil 2 minggu dari usia kehamilan. Dalam hati seorang ibu saya tahu kalau kali ini juga belum berhasil. Saat itu saya tidak menangis. Entah kekuatan darimana saya bisa tegar. Saya kuat, saya kuat, saya kuat. Kata-kata itu yang terus menguatkan saya terlebih ketika Abigail semakin hari semakin manja, dia bisa membelai sayang, memeluk mesra, mendekap hangat. Itulah kekuatan sejati yang saya miliki. Kasih sayang anak saya yang tulus dipancarkan untuk menguatkan saya.

Sampai pada titik saya ikhlas. Saya ikhlas kalau Tuhan menarik kembali anugrah terindah yang ditanamNya didalam tubuh saya. Saya dan suami percaya sekarang Dia mengambilNya tetapi sesuatu saat Dia akan memberi yang lebih baik berkali kali lipat.

Tidak ada lagi pikiran "salah apa saya sampai keguguran berturut-turut" "mengapa saya" dan pertanyaan keraguan yang semakin lama sirna dan berubah menjadi penguat kekuatan bagi saya.

Sampai pada tanggal 13 November 2012 dimana kehamilan saya sudah 11 minggu dan kantong masih berusia 7minggu. Maka kami pun memutuskan kuret. Prosesi ini diawali dengan memasukan gastrul jam 9 malam di tanggal 12 Nov ke dalam rahim saya.
Tanpa diduga tepat 12 jam saya mengalami pendarahan lagiii.. pendarahan hebat, super hebat lagi.. Kali ini benar2 luar biasa dalam hitungan detik 1pembalut penuh dengan jaringan dan tiba2 keluar segumpalan darah tersambung semacam tali seperti tali pusat berbentuk seperti ginjal kecil. Saat itu saya entah mengapa tenang, saya hanya bilang kepada mama saya sepertinya kita harus memajukan jadwal kuretnya. Harusnya saya kuret jam 11 tetapi saat itu jam 9 kami memutuskan berangkat ke RS yang jaraknya sangat dekat dengan rumah. Sesampainya di RS dengan celanaa jeans yang semakin penuh darah saya masih berjalan sendiri menuju lab untuk cek darah lalu berjalan menuju kamar operasi.

Tidak berselang lama saya disiapkan masuk ke kamar operasi bercanda dengan suster mengeluh saya laparrrrr karena sudah puasa dari malam, bertemu dokter anastesi yang juga saya diledeki. Dia bilng, dia akan menyediakan gado2 begitu kami selesai sambil dia memasukan obt bius yang membuat saya tidak sadar beberapa detik kemudian.

1jam berlalu beres sudah semuanya. Berakhir dengan baik begitu pikirku. Dsog datang mengadakan jaringan dan darahnya banyak sekali. di dalam juga masih banyak tapi kini sudah bersih lalu dia pamit meminta saya istirahat sejenak sebelum pulang.

Jam 1 siang saya kembali ke rumah. Tanpa disangka anakku Abigail mau dititipkan ke kakakku dan kakak bilang Abigail pintar mau tidur siang dan makan dengan pintar adahal biasanya kalau ada saya jangan harap dia mau sama yang lain. Terima kasih anakku sudah menjadi anak yang pengertian.

Selepas sore saya dan kakak bertukar cerita karena 1 bulan yang lalu dia juga baru menjalankan prosesi kuret ini. Dan disela-sela cerita sore ada hal mengagetkan. Kakak saya bercerita bahwa sesaat setelah dsog menemui saya dia menemui kakak saya dan mengatakan bahwa saya kehilangan banyak sekali darah dan apabila saya datang terlambat mungkin sudah tidak tertolong. Detik itu juga saya lemas, saya sadar betapa Tuhan hebat, betapa baiknya Tuhan karena telah terus melindungi saya.

Detik ini saya menulis ini agar semua teman2 yg membaca boleh diberi kekuatan dengan apapun yang sedang kalian hadapi. Kalau kita harus mengingat Tuhan tidak akan mengambil apa yang baik dari kita.

Ps. Saya tidak upload foto2nya ya karena bagi sebagian orang mungkin tidak sopan... cheers

1 comment:

  1. Praise The Lord Sanny...
    Udah rencana Tuhan juga nih malem ini lihat post pertama kamu. Nice post ^_^

    God always blees you and your family ^_^

    ReplyDelete